Sistem ini menggunakan algoritma Hybrid Remote Sensing & Field Inventory. Tujuan utamanya adalah melakukan klasifikasi kerapatan vegetasi di tingkat provinsi Jawa Timur secara otomatis dengan tingkat akurasi yang terukur.
Model ini menghubungkan Spectral Signature (pola pantulan cahaya dari citra satelit) dengan kondisi riil di lapangan. Dengan menggunakan teknik Euclidean Similarity, sistem dapat memprediksi klasifikasi area hutan yang sangat luas tanpa harus melakukan survei fisik di setiap meternya.
Merupakan unit analisis spasial terkecil. Bayangkan LMU sebagai "potongan puzzle" lahan yang memiliki karakteristik vegetasi yang seragam. LMU adalah entitas yang akan diprediksi kerapatannya.
Titik sampel lapangan tempat surveyor mengambil data nyata (Ground Truth). PU berfungsi sebagai "Standar Emas" atau referensi kebenaran untuk melatih dan memvalidasi model digital.
Rasio kombinasi warna Merah, Hijau, dan Biru dari data citra. Setiap tingkat kerapatan pohon memiliki "sidik jari" warna yang unik. Rasio ini menghilangkan bias pencahayaan citra satelit.
Metode penghitungan jarak statistik untuk menentukan seberapa mirip sebuah LMU dengan PU. Jika jaraknya kecil, maka LMU tersebut memiliki karakteristik yang identik dengan titik sampel lapangan.
"View Tabel" atau tabel detail wilayah adalah jendela **Transparansi Data**. tujuannya adalah untuk membuktikan bahwa setiap titik di peta bukan sekadar prediksi acak, melainkan memiliki bukti fisik (Ground Truth).
Dokumentasi teknis tabel dan view untuk pengembang sistem.
Data hirarki wilayah administratif Jawa Timur.
Data inti pemetaan lahan, lokasi plot, dan inventarisasi individu pohon.
Menganalisis distribusi luasan lahan (LMU) berdasarkan wilayah administratif dan kelas kerapatan.
nama_kabkot: Nama Kabupatennama_kecamatan: Nama Kecamatannama_desa: Nama Desakelas_kerapatan: Klasifikasi Vegetasikode_lmu: ID Unit LahanSumOfluas: Total Luas Area (Ha)Memetakan sebaran titik sampel lapangan (PU) dan keterkaitannya dengan unit lahan digital.
nama_kabkot: Nama Kabupatennama_kecamatan: Nama Kecamatannama_desa: Nama Desakelas_kerapatan: Klasifikasi Vegetasikode_lmu: ID Unit Lahan Terkaitkode_pu: ID Petak Ukur (Ground Truth)Kompilasi data mentah hasil inventarisasi individu pohon di seluruh Petak Ukur (PU).
kode_pu: ID Petak Ukurnama_ilmiah: Nama botani pohondiameter: Ukuran batang (DBH)tinggi: Tinggi pohon (m)Mengelompokkan pohon berdasarkan kelas diameter untuk analisis struktur tegakan.
Estimasi kepadatan pohon per hektar yang dinormalisasi untuk setiap LMU berdasarkan data PU terdekat.
AvgOfN5-10cm/Ha: Rata-rata pohon mudaAvgOfN>30cm/Ha: Rata-rata pohon dewasaMenerjemahkan data warna mentah menjadi representasi matematis vegetasi.
Tabel perbandingan teknis antara rasio RGB pada LMU dan PU untuk audit akurasi warna.
ratioRG_LMU: Rasio Red/Green LMUratioRG_PU: Rasio Red/Green PUMesin utama penghitungan kemiripan antara model dan realita.
Perankingan 5 titik sampel (PU) yang memiliki kemiripan tertinggi dengan suatu unit lahan (LMU).
Hasil akhir konsolidasi data untuk dashboard pelaporan manajemen eksekutif.